The smart Trick of Artikel Ilmiah Populer - Page 44 - Google Books Result That Nobody is Talking About

Some Ideas on https://satelitpost.com/ Archives - mastersofthehouse.co.uk You Need To Know

Sebagai gambaran, modal sendiri koperasi di Banyumas sangat rendah, hanya di angka 9,25 persen (2017 ). Sebagai pembanding Kabupaten Purbalingga 46,7 persen, Cilacap 45,6 persen dan Banjarnegara di angka 48,3 persen pada tahun yang sama. Berbanding terbalik, volume modal koperasi di Banyumas tertinggi dibanding seluruh koperasi di Jawa Tengah, angkanya mencapai Rp 6 triliun.

Artinya, agenda kota koperasi harus menjawab dua hal sekaligus: Pertama adalah perbaiki kondisi koperasi menjadi lebih baik. Kedua adalah gerakan koperasi berikan kontribusi nyata untuk Banyumas. Soal kontribusi kepada Banyumas ini criterion yang bisa kita gunakan seperti sumbangsih pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan serapan tenaga kerja. Dari dua criterion itu, nampaknya jomplang.

Cibeet River - WikipediaBåden - Another tiny world


Photos at Satelit Post - 1 tip from 11 visitorsSatelit Post for Android - APK Download


Padahal, parameter Sisa Hasil Usaha boleh dibilang specification mikro organisasi. Yakni hanya menjawab kebutuhan anggota koperasi semata. Kita butuh juga membangun target meso serta makro. Nah, kontribusi dan serapan tenaga kerja bisa kita letakkan di bagian makro organisasi. MBS88 makro tercapai, pasti yang mikro pun tercapai. Saya pikir Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Banyumas dan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM perlu duduk bersama untuk sepakati indikator-indikator tersebut.

SatelitPost - Photos - FacebookAlamat - Telepon - Kantor Harian: Satelit Post - Purwokerto - Jawa Tengah - Panggon


View Profile: judionlineslotonline - Lightstreamer Forums Can Be Fun For Everyone


image

Pertama adalah perlunya kita lakukan konsolidasi pasar bersama koperasi di Banyumas. Saat ini definisi pasar koperasi analog dengan anggota tiap koperasi. Pasar Koperasi A adalah anggotanya saja. Begitupun pasar Koperasi B terbatas pada anggotanya semata. Alhasil, secara umum skala ekonomi koperasi Banyumas tidak beranjak signifikan. Dengan platform teknologi finansial yang ada saat ini, konsolidasi pasar bersama itu menjadi mudah dilakukan.

Anggota Koperasi B belanja di anggota Koperasi C. Anggota Koperasi A, angsur pinjaman di kantor Koperasi D. Dan seterusnya. Efeknya adalah layanan prima koperasi bisa terwujud tanpa bergantung pada jarak rumah dengan kantor koperasi. Kuncinya, platform teknologi finansial. Dan teknologi itu sudah tersedia. Dengan makin menjamurnya ponsel pintar serta jaringan web, hal itu menjadi masuk akal.

Sebabnya, berbagai kebutuhan anggota dapat dilayani oleh koperasi melalui koperasi lain. Interkoneksi layanan antar koperasi itu bisa dikenakan biaya (fee). Bagi kedua koperasi itu menjadi pendapatan berupa charge based income. Skema itulah yang dipakai industri perbankan saat ini. Program kedua adalah koperasi-koperasi besar di Banyumas perlu lakukan pemekaran kelembagaan (spin off).